Jika
ditinjau dari kata Bina berarti membangun/ proses penyempurnaan agar lebih
baik, (kamus Besar Bahasa Indonesia, 1994: 134) maka Bina Diri atau Activity
Daily Living (ADL) adalah usaha membangun diri baik sebagai individu maupun
mahluk sosial melalui pendidikan di keluarga, sekolah dan di masyarakat
sehingga terwujudnya kemandirian dengan keterlibatannya dalam kehidupan
sehari-hari. Bina diri tidak sekedar mengurus diri, menolong diri, memelihara
diri tetapi lebih dari itu karena kemampuan Bina Diri akan mengantarkan anak
tunagrahita untuk menyesuaikan diri dan mencapai kemandirian sesuai dengan
kemampuannya. Dengan demikian kajian bina diri anak tunagrahita diharapkan dapat menghadap kehidupan
sehari-hari di masyarakat dan agar anak tunagrahita dapat hidup mandiri.
A.
Tujuan
Tujuan
kajian Bina Diri adalah untuk mengembangkan keterampilan dasar dalam memelihara
dan memenuhi kebutuhan anak tunagrahita sehingga dapat hidup mandiri dengan
tidak/ kurang bergantung pada orang lain, dan mempunyai tanggung jawab sesuai
dengan kemampuannya baik sebagai mahluk individu maupun sebagai mahluk sosial.
Sedangkan tujuan secara
khusus adalah:
1. Menumbuhkan
dan meningkatkan kemampuan anak tunagrahita dalam memelihara diri: makan-minum,
kebersihan: mengurus diri: berpakaian, berhias, menolong diri: menghindarkan
diri dari bahaya api, listrik, benda tajam, komunikasi, sosialisai, dan
keterampilan sederhana (menata rumah)
2. Menumbuhkan
dan meningkatkan kemampuan anak dalam brkomunikasi dan memahami maksud orang
lain serta dapat mengkomunikasikan dirinya.
3. Mrnumbuhkan
dan meningkatkan kemampuan anak tunagrahita dalam bersosialisai dan dapat
berperan sebagai warga negara, serta perwujudan hak-haknya.
4. Menumbuhkan
dan meningkatkan kemampuan dalam melakukan suatu keterampilan yang diharapkan
dapat digunakan untuk bekal hidupnya, trutama dalam kegiatan di rumah.
B.
Ruang
Lingkup
Berdasarkan
perkembangan pandangan masyarakat terhadap tujuan pendidikan anak tunagrahita
yang selalu di cita-citakan adalah pencapaian kemandirian maka ruang lingkup
kajian ini:
1. Merawat
diri meliputi: makan-minum, kebersihan badan
2. Mengurus
diri seperti: berpakaian, berhias
3. Menolong
diri seperti: mengindari dan mengendalikan bahaya
4. Komunikasi
meliputi: komunikasi perbuatan, lian, tulisan dan penggunaan media komunikasi
5. Sosialisasi
meliputi: a. sosial akademis (membaca, menulis, dan berhitung termasuk
mengelola uang).
b.
kesadaran sosial (peraturan/tata tertib di rumah, di masyarakat, membantu orang
lain, memelihara lingkungan, dan menunggu giliran)
c.
hubungan sosial (memperkenalkan diri, berteman, bermain, penggunaan
sumber-sumber dimasyarakat seperti berbelanja, penggunaan kendaraan umum).
6.
keterampilan/ persiapan pekerjaan, meliputi: tat laksana rumah, penguasaan keterampilan,
dan mengkomunikasikan hasil pekerjaan.
Tujuan
langsung
Tujuan
langsung pembelajaran bina diri ini agar
setelah menyelesaikan mata pelajaran ini mereka mampu mandiri, tidak bergantung
pada orang lain dan mempunyai rasa tanggung jawab. Selain itu kemampuan
koordinasi motoris dan kontrolnya meningkat sehingga dapat menumbuhkan rasa
aman dan minat belajar.
Tujuan
tidak langsung
Tujuan
tidak langsung mata pelajaran bina diri ini di tetapkan untuk meningkatkan
kemampuan konsentrasi dan ketekunan anak dalam belajar, dan mengembangkan
kemampuan sensorimotor (penginderaan), berbahasa dan berpikir matematis secara
optimal. Tujuan lain di harapkan pula mereka dapat melakukan kegiatan ini untuk
orang lain.
C. Peran
Bina Diri dalam Pendidikan Tunagrahita
Peran
Bina Diri pada awalnya di kenal sebagai program Merawat Diri karena adanya
anggapan bahwa anak tunagrahita tidak/ kurang mampu dalam melakukan kegiatan
makan-minum, berpakaian sendiri, menjaga kesehatan, dan sebagainya. Kemampuan
merawat diri ini bagi anak normal dapat di kuasai melalui pengamatan (melalui
proses meniru/ imitasi), pada anak tunagrahita kemampuan tersebut harus di
ajarkan terlebih dahulu. Melalui pembelajaran Bina Diri, anak tunagrahita
diharapkan tidak terlalu menggantungkan diri kepada orang lain, dengan kata
lain mereka dapat menyesuaikan diri sesuai dengan kemampuannya.
Saat
ini pelajaran Bina Diri bukan hanya di peruntukkan bagi pemenuhan kebutuhan
anak tunagrahita sendiri, melainkan diharapkan anak tunagrahita dapat melayani
orang lain seuai dengan kemampuannya. Misalnya, mereka dapat melayani tamu
seperti: membuat dan menghidangkan minuman, menerima pesan, dan menyatakan
pendapat: dapat berpergian sendiri, menggunakan fasilitas lingkungan dan
lain-lain.
Berdasarkan
uraian diatas maka program pembelajaran Bina Diri memegang peran dalam
pendidikan anak tunagrahita karena materi kajian Bina Diri telah mampu mewadahi
program pembelajaran yang di butuhkan anak tunagrahita.
Di bawah ini adalah Cara Melatih Anak Tunagrahita dalam Aspek Mandi:
1. Mengenal
alat
a. Menyebutkan
kran air dan shower
b. Membedakan
kran air dan shower
c. a. Menunjukkan
kran air dan shower
a. Menyebutkan
bak mandi dan ember
b. Membedakan
bak mandi dan ember
c. Menunjukan
bak mandi dan ember
a. Menyebutkan
gayung dan ember kecil
b. Membedakan
gayung dan ember kecil
c. Menunjukkan
gayung dan ember kecil
a. Menyebutkan
handuk besar dan handuk kecil
b. Membedakan handuk besar dan handuk
kecil


c. Menunjukkan
handuk besar dan handuk kecil
2. Mengenal
bahan
a. Menyebutkan
sabun mandi dan sabun cuci piring
b. Membedakan
sabun mandi dan sabun cuci piring
b. Menunjukan
sabun mandi dan sabun cuci piring
3. Cara
pelaksanaan
a. Anak
diminta untuk membuka pintu kamar mandi
b. Anak
di minta untuk masuk ke kamar mandi
c. Anak
diminta menutup pintu kamar mandi
d. Anak
diminta untuk menggantungkan handuk di gantungan
e. Anak
diminta melepaskan pakaian
f. Simpan
di gantungan
g. Basahi
seluruh tubuh
h. Anak
diminta untuk meletakan sabun di telapak
tangan, dan beri sedikit air
i.
Gosokan sabun yang telah berbusa
keseluruh tubuh di mulai dari :
-
Leher
-
Pundak
-
Tangan kiri dan tangan kanan sampai
jari-jari kedua tangan
-
Ketiak
-
Dada
-
Perut
-
Punggung
-
Pinggul
-
Pinggang
-
Organ vital
-
Paha
-
Lutut
-
Betis
-
Kaki kanan dan kaki kiri sampai
jari-jari kedua kaki
-
Anak diminta membilas hingga busanya
hilang
-
Anak diminta mengambil handuk
-
Anak diminta mengeringkan badan
-
Anak diminta memakai pakaian
-
Anak diminta membuka pintu kamar mandi
4. Memelihara Alat dan Bahan
a. Anak
diminta menyimpan sabun di tempatnya
a. Anak
diminta menjemur handuk
Sumber:
Buku Bina Diri Untuk ANAK TUNAGRAHITA oleh Astati









Tidak ada komentar:
Posting Komentar