Sabtu, 23 Desember 2017

Melatih Anak Tunagrahita Mandi



Jika ditinjau dari kata Bina berarti membangun/ proses penyempurnaan agar lebih baik, (kamus Besar Bahasa Indonesia, 1994: 134) maka Bina Diri atau Activity Daily Living (ADL) adalah usaha membangun diri baik sebagai individu maupun mahluk sosial melalui pendidikan di keluarga, sekolah dan di masyarakat sehingga terwujudnya kemandirian dengan keterlibatannya dalam kehidupan sehari-hari. Bina diri tidak sekedar mengurus diri, menolong diri, memelihara diri tetapi lebih dari itu karena kemampuan Bina Diri akan mengantarkan anak tunagrahita untuk menyesuaikan diri dan mencapai kemandirian sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian kajian bina diri anak tunagrahita  diharapkan dapat menghadap kehidupan sehari-hari di masyarakat dan agar anak tunagrahita dapat hidup mandiri.
A.    Tujuan
Tujuan kajian Bina Diri adalah untuk mengembangkan keterampilan dasar dalam memelihara dan memenuhi kebutuhan anak tunagrahita sehingga dapat hidup mandiri dengan tidak/ kurang bergantung pada orang lain, dan mempunyai tanggung jawab sesuai dengan kemampuannya baik sebagai mahluk individu maupun sebagai mahluk sosial.
Sedangkan tujuan secara khusus adalah:
1.      Menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan anak tunagrahita dalam memelihara diri: makan-minum, kebersihan: mengurus diri: berpakaian, berhias, menolong diri: menghindarkan diri dari bahaya api, listrik, benda tajam, komunikasi, sosialisai, dan keterampilan sederhana (menata rumah)
2.      Menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan anak dalam brkomunikasi dan memahami maksud orang lain serta dapat mengkomunikasikan dirinya.
3.      Mrnumbuhkan dan meningkatkan kemampuan anak tunagrahita dalam bersosialisai dan dapat berperan sebagai warga negara, serta perwujudan hak-haknya.
4.      Menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan dalam melakukan suatu keterampilan yang diharapkan dapat digunakan untuk bekal hidupnya, trutama dalam kegiatan di rumah.
B.     Ruang Lingkup
Berdasarkan perkembangan pandangan masyarakat terhadap tujuan pendidikan anak tunagrahita yang selalu di cita-citakan adalah pencapaian kemandirian maka ruang lingkup kajian ini:
1.      Merawat diri meliputi: makan-minum, kebersihan badan
2.      Mengurus diri seperti: berpakaian, berhias
3.      Menolong diri seperti: mengindari dan mengendalikan bahaya
4.      Komunikasi meliputi: komunikasi perbuatan, lian, tulisan dan penggunaan media komunikasi
5.      Sosialisasi meliputi: a. sosial akademis (membaca, menulis, dan berhitung termasuk mengelola uang).
b. kesadaran sosial (peraturan/tata tertib di rumah, di masyarakat, membantu orang lain, memelihara lingkungan, dan menunggu giliran)
c. hubungan sosial (memperkenalkan diri, berteman, bermain, penggunaan sumber-sumber dimasyarakat seperti berbelanja, penggunaan kendaraan umum).
6. keterampilan/ persiapan pekerjaan, meliputi: tat laksana rumah, penguasaan keterampilan, dan mengkomunikasikan hasil pekerjaan.

Tujuan langsung 
Tujuan langsung  pembelajaran bina diri ini agar setelah menyelesaikan mata pelajaran ini mereka mampu mandiri, tidak bergantung pada orang lain dan mempunyai rasa tanggung jawab. Selain itu kemampuan koordinasi motoris dan kontrolnya meningkat sehingga dapat menumbuhkan rasa aman dan minat belajar.
Tujuan tidak langsung
Tujuan tidak langsung mata pelajaran bina diri ini di tetapkan untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi dan ketekunan anak dalam belajar, dan mengembangkan kemampuan sensorimotor (penginderaan), berbahasa dan berpikir matematis secara optimal. Tujuan lain di harapkan pula mereka dapat melakukan kegiatan ini untuk orang lain.
C.     Peran Bina Diri dalam Pendidikan Tunagrahita
Peran Bina Diri pada awalnya di kenal sebagai program Merawat Diri karena adanya anggapan bahwa anak tunagrahita tidak/ kurang mampu dalam melakukan kegiatan makan-minum, berpakaian sendiri, menjaga kesehatan, dan sebagainya. Kemampuan merawat diri ini bagi anak normal dapat di kuasai melalui pengamatan (melalui proses meniru/ imitasi), pada anak tunagrahita kemampuan tersebut harus di ajarkan terlebih dahulu. Melalui pembelajaran Bina Diri, anak tunagrahita diharapkan tidak terlalu menggantungkan diri kepada orang lain, dengan kata lain mereka dapat menyesuaikan diri sesuai dengan kemampuannya.
Saat ini pelajaran Bina Diri bukan hanya di peruntukkan bagi pemenuhan kebutuhan anak tunagrahita sendiri, melainkan diharapkan anak tunagrahita dapat melayani orang lain seuai dengan kemampuannya. Misalnya, mereka dapat melayani tamu seperti: membuat dan menghidangkan minuman, menerima pesan, dan menyatakan pendapat: dapat berpergian sendiri, menggunakan fasilitas lingkungan dan lain-lain.
            Berdasarkan uraian diatas maka program pembelajaran Bina Diri memegang peran dalam pendidikan anak tunagrahita karena materi kajian Bina Diri telah mampu mewadahi program pembelajaran yang di butuhkan anak tunagrahita.
Di bawah ini adalah Cara Melatih Anak Tunagrahita dalam Aspek Mandi:


1.      Mengenal alat
a.       Menyebutkan kran air  dan shower



b.        Membedakan kran air dan shower


c.       a.       Menunjukkan kran air dan shower


a.       Menyebutkan bak mandi dan ember
       

b.       Membedakan bak mandi dan ember


c.       Menunjukan bak mandi dan ember

a.       Menyebutkan gayung dan ember kecil
b.       Membedakan gayung dan ember kecil

c.       Menunjukkan gayung dan ember kecil


a.       Menyebutkan handuk besar dan handuk kecil

b.       Membedakan handuk besar dan handuk kecil

                 

 c.       Menunjukkan handuk besar dan handuk kecil

2.      Mengenal bahan

a.       Menyebutkan sabun mandi dan sabun cuci piring


b.       Membedakan sabun mandi dan sabun cuci piring


b.       Menunjukan sabun mandi dan sabun cuci piring
3.      Cara pelaksanaan
a.       Anak diminta untuk membuka pintu kamar mandi
b.      Anak di minta untuk masuk ke kamar mandi
c.       Anak diminta menutup pintu kamar mandi
d.      Anak diminta untuk menggantungkan handuk di gantungan
e.       Anak diminta melepaskan pakaian
f.       Simpan di gantungan
g.      Basahi seluruh tubuh
h.      Anak diminta  untuk meletakan sabun di telapak tangan, dan beri sedikit air
i.        Gosokan sabun yang telah berbusa keseluruh tubuh di mulai dari :
-          Leher
-          Pundak
-          Tangan kiri dan tangan kanan sampai jari-jari kedua tangan
-          Ketiak
-          Dada
-          Perut
-          Punggung
-          Pinggul
-          Pinggang
-          Organ vital
-          Paha
-          Lutut
-          Betis
-          Kaki kanan dan kaki kiri sampai jari-jari kedua kaki
-          Anak diminta membilas hingga busanya hilang
-          Anak diminta mengambil handuk
-          Anak diminta mengeringkan badan
-          Anak diminta memakai pakaian
-          Anak diminta membuka pintu kamar mandi
4.      Memelihara Alat dan Bahan
a.       Anak diminta menyimpan sabun di tempatnya


a.       Anak diminta menjemur handuk
Sumber: Buku Bina Diri Untuk ANAK TUNAGRAHITA oleh Astati